Sabtu, 02 Agustus 2014

Lebaran ke-sekian


Sampai aroma idul fitri yg kesekian kali ini menghembus ke indera penciumanku
Aku merasa masih ada sesuatu yg hilang

Balutan angin malam menjelang lebaran ini mengelilingi tubuhku sambil membawa harum kamboja dari makam di dekat rumah nenek
Desing kenalpot motor sedikit meramaikan suasana
Takbir terdengar bersahutan namun tak seramai dulu
Anak-anak tidak berkeliling desa sambil membawa obor
Melengkapi segala sepi
Entahlah apa yang salah
Padahal berangkatku kemarin sudah sumringah
Tapi tak lagi kudengar suara gelak tawa berlogat jawa
Bahkan Sapi-sapi dibelakang rumah Yang jumlahnya lebih banyak daripada ketika jamanku kecil dulu tak terdengar suaranya
Aku tak ingin bermuram durja
Tapi tak bisa menipu, hatiku memang sesedih itu
Aku datang dengan rindu...
Dan kudapati gelak tawa yg hangat itu hanya sesuatu yg bisa melayang-layang di atas kepalaku
Sekarang aku mengerti, betapa harga "bersama dengan orang-orang yg dicinta" adalah mahal.
Rinduku hanya ingin yg sesederhana berkumpul duduk di teras, menjumpai anak-anak yg membawa obor, sambil mengunyah bulat-bulat bakso tanpa kuah.


27-07-2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar